TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF (TKRO) MENERIMA SISWA BARU

TKRO SMK WIRA BUANA 2 Kabupaten Bogor  adalah kompetensi teknik kendaraan ringan otomotif, sebagai salah satu kompetensi paling diminati oleh banyak Siswa. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif  adalah perubahan dari kompetensi kurikulum 2013 SMK TKR yang telah direvisi. Kompetensi TKR pada umumnya tersedia di banyak sekolah menengah kejuruan dan hebatnya masih menjadi yang terbanyak peminatnya.

TKRO SMK Wira Buana 2 Kabupaten Bogor menyediakan kompetensi TKR bagi siswa sejak awal berdiri hingga saat ini. Untuk siswa peminat kompetensi TKRO di SMK Wira Buana 2 sajak awal hingga kini pun tetap sama. Yaitu masih menjadi kompetensi favorit bagi siswa SMP & MTS di SMK Wira Buana 2 . Untuk mensikapi hal tersebut, maka SMK Wira Buana 2 menyediakan sarana dan prasarana belajar teori dan praktek terbaik bagi siswa TKRO.

Kepala Kompetensi TKRO, Bapak kelana Putra,ST mengatakan bahwa Siswa TKRO akan mendapatkan materi pembelajaran teori dan praktek mulai dari dasar hingga tingkat advanced, sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Kelengkapan praktek bagi siswa TKRO bisa dibilang sangat lengkap dan terbaru, jadi siswa belajar sesuai dengan jamannya. Meskipun demikian, sebagai bahan pembelajaran praktek, di TKRO SMK Wira Buana 2  akan Menggabungkan Kurikulum Daihatsu, Program ini dimotori oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bekerjasama dengan SMK. Dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan siswa SMK dalam memasuki dunia kerja. Meskipun di sekolah sudah dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan, tetapi hal itu belum cukup memadai untuk memasuki dunia kerja. PT. ADM memandang bahwa kelemahan siswa dan sekolah bukan pada aspek pengetahuan dan ketrampilan, tetapi lebih pada aspek attitude atau nilai sikap.

PROGRAM PINTAR BERSAMA DAIHATSU ADA DI SMK WIRA BUANA 2 KABUPATEN BOGOR
PBD membekali siswa dengan hard skill dan soft skill. Hard skill membekali ketrampilan siswa yang riil/identik sama dilakukan di industri/bengkel Daihatsu. Materi ini dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, selain dari struktur kurikulum yg sudah ada sebelumnya. Materi soft skill PBD menekankan pada aspek sikap kerja siswa. PBD lebih menekankan materi ini karena diharapkan siswa bisa masuk ke dunia industri di mana saja. Siswa dilatih untuk memiliki kebiasan hidup yang positif seperti penerapan work habit yaitu 5 R (ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin), berjalan di jalur hijau atau aman, work safety, pembiasan disiplin, penempatan seluruh properti sesuai tempat/alamatnya dan quality control circle (qcc).

Kepala SMK Wira Buana 2 Kabupaten Bogor , Ibu Riska Yona Paramitha,S.PSi Mengatakan dalam acara Sambutan Sosialisai Budaya Indutri Bersama Daihatsu,  “Program ini dijalankan oleh semua warga sekolah tidak hanya terbatas pada siswa, dan tidak hanya berlaku bagi jurusan otomotif saja tetapi di semua jurusan. Dengan adanya program PBD ini diharapkan sekolah lebih maju dan siswa memiliki karakter yg baik sehingga siap menghadapi kerja”.

Untuk lulusan SMK Wira Buana 2 Kabupaten Bogor bidang kompetensi TKR (sebelum berubah menjadi TKRO) rata-rata tidak terlalu sulit untuk mendapatkan perkejaan. Para lulusan kompetensi TKRO telah banyak yang bekerja diberbagai bidang industri, terutama terkait bidang Otomotif. Selain bekerja di perusahaan, lulusan TKR SMK Wira Buana 2 juga tidak sedikit yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Selebihnya, ada juga yang menjadi pengusaha pada jasa di bidang otomotif berkat kompetensi yang diperoleh ketika belajar di TKR SMK Wira Buana 2 Kabupaten Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *